Kwarran Cileunyi merelakan gelar juara Umum untuk Kwarran Bojongsoang pada gelaran Festival Gema Ramadan 1447 H
Kwarran Cileunyi merelakan gelar juara Umum untuk Kwarran Bojongsoang pada gelaran Festival Gema Ramadan 1447 H
Baleendah, 1 Maret 2026 – Kontingen Kwartir Ranting (Kwarran) Cileunyi harus puas menempati posisi kedua pada ajang Festival Gema Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung. Dengan selisih satu trofi dari Kwarran Bojongsoang, Cileunyi merelakan gelar Juara Umum yang tahun ini diraih oleh Kwarran Bojongsoang.
Dalam perhelatan yang berlangsung meriah tersebut, Kwarran Cileunyi berhasil mengoleksi 3 trofi Juara I, 3 trofi Juara II, dan 1 trofi Juara III. Raihan tersebut menempatkan Cileunyi di posisi kedua klasemen akhir, hanya terpaut tipis dari perolehan nilai Kwarran Bojongsoang.
Festival Gema Ramadan 1447 H menjadi puncak perlombaan yang mempertemukan berbagai golongan anggota Pramuka, mulai dari Prasiaga, Siaga, Penggalang, Penegak/Pandega hingga Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK). Seluruh mata lomba diikuti secara penuh oleh kontingen Kwarran Cileunyi sebagai bentuk keseriusan dan komitmen dalam pembinaan prestasi di semua jenjang.
Dukungan penuh diberikan langsung oleh Ketua Kwarran Cileunyi, Kak Dadang Jakaria, bersama jajaran pengurus, andalan, serta Dewan Kerja Ranting (DKR) yang hadir langsung di lokasi perlombaan di Baleendah. Kehadiran mereka menjadi suntikan semangat bagi para peserta yang tampil maksimal di setiap cabang lomba.
Meski belum berhasil meraih gelar juara umum, capaian ini menjadi bukti konsistensi dan kekuatan Kwarran Cileunyi dalam pembinaan anggota. Semangat sportivitas dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh kontingen menjadi modal penting untuk meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Menanggapi hasil perlombaan, Ketua Kwarran Cileunyi Kak Dadang Jakaria menyampaikan rasa kecewanya, khususnya pada salah satu mata lomba yang dinilai memiliki peluang besar untuk meraih prestasi.
“Hari ini jujur kami agak kecewa dengan hasil penilaian juri, terutama pada mata lomba Voice Ramadan. Peserta yang kami unggulkan ternyata tidak masuk nominasi sama sekali. Mungkin juri memiliki pertimbangan dan penilaian lain,” ujar Kak Dadang.
Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa pihaknya menghormati keputusan dewan juri dan menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pembinaan ke depan. Menurutnya, setiap perlombaan tentu memiliki standar dan indikator penilaian tersendiri yang menjadi kewenangan penuh dewan juri.
Kak Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah tampil maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Festival Gema Ramadan 1447 H yang digelar oleh Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung.
“Kekecewaan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi menjadi motivasi bagi kami agar ke depan bisa mempersiapkan diri lebih baik lagi,” pungkasnya. (*** Tsn Humas Kwarran Cly)